01 April 2012

Cemburu

wps_clip_image-23217

‘Sesungguhnya cemburu (yakni cemburu yang wajar dan masuk akal adalah bagian) dari keimanan.’ (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih) 

Hadits di atas menunjukkan bahwa kita diperbolehkan cemburu, tapi... Ingat yaa.. tidak asal cemburu tetapi yang diperbolehkan adalah cemburu yang wajar dan masuk akal. Jadi cemburu yang tidak wajar dan tidak masuk akal tidak diperbolehkan sama Allah :)

Kalau cemburu sama pacar?

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan. (Shahih Muslim No.4959) 

Sebenarnya boleh gak sih kita pacaran? Jadi PR yaa :) 

Allah pasti cemburu ketika umatnya memilih yang lain daripadaNya, ketika Allah memanggilnya dengan seruan adzan, dengan kewajiban zakat misalnya, tetapi umatnya memilih sibuk dengan urusannya atau menunda-nunda waktu shalat, tidak menunaikan zakat karena lebih mencintai hartanya. Mereka lebih mencintai yang lain daripada Allah, padahal Allah lah yang memberinya nikmat, rahmat, dan anugerah kepadanya. Allah Pemilik segalanya, cemburuNya Allah karena umatnya yang tidak mematuhi perintahNya, padahal itu untuk kebaikan umatnya tapi umatnya tidak lebih memilih kebaikan daripada yang lain. 

Jadi kalau kita lebih mencintai yang lain daripada Allah salah gak tuh? Perlu diingat bahwa Allah lah yang menganugerahkan cinta kepada kita. Jadi Allah pasti cemburu jika kita lebih mencintai yang lain daripada Allah #keyword 

Manusia mewakili beberapa sifat Allah, jika Allah Maha Penyayang kita pun diberi sifat penyayang, tetapi manusia tidak bisa menyamai Allah, karena Allah beda dengan makhlukNya. Begitupun dengan cemburu, kita pun memiliki sifat itu. Tapi cemburu yang kita miliki membuka dua kemungkinan; pertama, cemburu yang wajar dan masuk akal yang merupakan bagian dari keimanan seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, misalnya cemburu dengan orang lain yang sedekahnya lebih banyak dari kita, yang memicu kita melakukannya juga (untuk beribadah lebih baik lagi)^ [copypast dari teman :)]. Sedangkan cemburu ketika orang lain bahagia kita tidak menyukainya ini adalah contoh kemungkinan yang kedua yaitu cemburu yang tidak diperbolehkan, cemburu yang tidak wajar dan jauh dari keimanan karena dapat menimbulkan perbuatan yang tidak baik bahkan perbuatan yang keji. 

Tak pelak kita sebagai manusia memiliki nafsu amarah. Namun kita juga diberi kekuatan untuk bisa menahan amarah, kita punya hati dan akal, kita memang berhak untuk marah, tapi pikirkan saat kita ingin marah, masuk akalkah kalau kita marah? dan pantaskah jika kita marah? Lalu di sini apa hubungannya marah dengan cemburu yang telah dibahas di atas, Ya… cemburu yang berlebih itu memancing nafsu amarah, Sesuatu yang berlebih itu tidak baik.

Jadi ada hal-hal yang perlu kita pikirkan ketika kita cemburu. 

Ibnu Umar berkata, "Istri Umar menghadiri shalat subuh dan isya dengan berjamaah di masjid. Kemudian kepada istri Umar itu ditanyakan, 'Mengapa Anda keluar, sedangkan Anda mengetahui bahwa Umar tidak menyukai hal itu dan suka cemburu.' Istri Umar menjawab, 'Kalau begitu, apakah yang menghalanginya untuk mencegahku?' Orang itu berkata, 'Yang menghalangi Umar ialah sabda Rasulullah, 'Janganlah kamu semua mencegah hamba-hamba wanita Allah untuk mendatangi masjid-masjid Allah."' 

Berusahalah menahan rasa cemburu sehingga tidak menjadi berlebihan atau mendatangkan perbuatan yang tidak baik. Oleh karena itu akan lebih baik jika diam karena takut tidak bisa menahannya :) 

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. apabila hendak melakukan perjalanan, beliau selalu mengadakan undian di antara istri-istrinya, lalu keluarlah undian tersebut untuk Aisyah dan Hafshah sehingga mereka berdua berangkat bersama Rasulullah saw. Dan pada malam hari, Rasulullah saw. berjalan bersama Aisyah untuk bercakap-cakap dengannya. Suatu kali berkatalah Hafshah kepada Aisyah: Maukah kamu malam ini menunggangi untaku dan aku menunggangi untamu sehingga kamu dapat melihat begitu juga aku. Aisyah menjawab: Baiklah. Maka Aisyah lalu menunggangi unta milik Hafshah dan Hafshah menunggangi unta Aisyah. Lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri unta milik Aisyah yang ditunggangi oleh Hafshah kemudian mengucapkan salam dan berjalan bersamanya sampai mereka turun berhenti. Tiba-tiba Aisyah merasa kehilangan Rasulullah dan merasa cemburu. Ketika mereka turun berhenti, mulailah Aisyah menendangkan kakinya ke tumbuh-tumbuhan izkhir yang harum baunya sambil berkata: Ya Tuhanku! Semoga ada kalajengking atau ular yang menggigitku sedang aku tidak dapat mengatakan sesuatu apapun kepada rasul-Mu. (Shahih Muslim No.4477) 

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata:
Sa`ad bin Ubadah berkata: Seandainya aku mendapati seorang lelaki bersama istriku, maka aku akan menikam orang itu dengan pedang tanpa ampun. Sampailah ucapan Sa`ad tersebut ke telinga Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: Apakah kalian kagum dengan kecemburuan Sa`ad? Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya dan Allah lebih cemburu lagi daripadaku. Demi kecemburuan itulah, maka Allah mengharamkan segala kejahatan baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, dan tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pengampunan daripada Allah. Demi itulah Allah mengutus para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan tidak ada seorang pun yang lebih menyenangi pujian daripada Allah, dan demi itulah Allah menjanjikan surga. (Shahih Muslim No.2755) 

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji. (Shahih Muslim No.4955)

Dan jika seseorang cemburu terhadap kita, maka jagalah perasaannya :)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Ketika tidur, tiba-tiba aku bermimpi melihat diriku berada di dalam surga dan menyaksikan seorang wanita sedang berwudu di samping sebuah istana. Aku lalu bertanya: Milik siapakah istana ini? Mereka menjawab: Milik Umar bin Khathab. Tiba-tiba saja aku teringat akan kecemburuan Umar. Maka aku pun pergi meninggalkan tempat itu. Lebih lanjut Abu Hurairah ra. mengatakan: Mendengar itu seketika Umar menangis sedang kami semua berada di majlis tersebut bersama Rasulullah saw. kemudian Umar berkata: Demi Allah, wahai Rasulullah, apakah kepada engkau aku cemburu?. (Shahih Muslim No.4409)

Jadi, cemburu adalah sesuatu hal yang wajar kita rasakan, benarkah? Ya, wajar jika masuk akal dan tidak berlebihan :)

 

Wallahua’lam.. Allah lebih mengetahui 

 

#Tulisan ini berawal ketika aku cemburu kemudian membaca beberapa hadits Rasulullah SAW. Cemburu yang aku rasakan ada baik dan buruknya, jadi ambil yang baiknya aja ya.. . Aku menulisnya sebagai pengingat. Jika kalian bersedia berbagi hikmah, tentunya aku akan sangat senang :) 

Sekian dulu ya.. :)

26 Maret 2011

PEMIKIR KREATIF

Pemikir kreatif mempertanyakan segalanya

Bagi orang yang kreatif, rasa ingin tahu adalah pandangan hidup. Mereka selalu ingin tahu, berjiwa petualang. Mereka harus mengetahui apa yang menyebabkan segala sesuatu. Ketika masih kecil, mereka mengintip bagian belakang pesawat televisi untuk memeriksa apakah ada orang-orang kecil yang keluar masuk dari belakang. Juga saat kita sedang memasang lemari atau sedang memasak, mereka pasti akan mencoba membantu. Pemikir kreatif hebat dalam mengikuti inovasi teknis dan cara baru berpikir tentang berbagai hal, hanya dengan mengikuti sifat ingin tahu mereka. Kita bisa mengembangkan kemampuan ini dengan berlatih. Mulai dengan membiasakan bertanya mengapa dan bagaimana. Tantanglah semua hal dan semua orang.

Pemikir kreatif menghasilkan gagasan

Cara terbaik untuk mendapatkan gagasan yang hebat adalah dengan menghasilkan banyak gagasan. Semakin banyak gagasan yang kita punyai, semakin hebat pilihan kita. Seorang penemu, Dr. Yoshio Nakamata, pemegang 2300 hak paten, mendorong para pemikir kreatif, “Isilah otak Anda, terus memompa informasi ke dalamnya. Beri otak Anda bahan mentah yang banyak. Lalu, berilah ia kesempatan untuk memasaknya.” Jangan menilai gagasan sewaktu kita mengumpulkannya; masih banyak waktu untuk melakukannya nanti.

Pemikir kreatif mencari apa yang bekerja lebih baik

Pemikir kreatif tidak menerima segala sesuatu apa adanya. Mereka selalu mencari cara untuk memperbaiki keadaan. Konsultan manajemen Fred Pryor mengatakan bahwa orang kreatif melihat apa yang dilihat orang lain, tetapi mereka memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang lain. Para pemikir kreatif tidak melihat masalah, mereka melihat tantangan.
Pemikir kreatif mematahkan paradigma
Paradigma memang penting – kita semua membutuhkan serangkaian aturan dan cara untuk membingkai gagasan agar berfungsi di dunia kita. Namun, kita bisa menjadi terlalu bergantung pada kenyamanan paradigma. Para pemikir kreatif tidak takut mencampakkan paradigma lama untuk memberi ruang bagi yang baru. Mereka menjebol batasan yang dipercayai.

Pemikir kreatif mengambil tindakan

Para pemikir kreatif membawa gagasan sampai berhasil. Mereka menggunakan kreatifitas mereka tidak hanya untuk mempertanyakan, mengumpulkan gagasan, dan menciptakan cara-cara baru melakukan berbagai hal, tetapi juga untuk menciptakan sarana mewujudkan gagasan itu. Mereka adalah pekerja. Mereka mengetahui apa yang dibutuhkan pada setiap langkah karena mereka peduli akan sekeliling mereka, akan kecenderungan dan kemungkinan. Mereka adalah pencoba-pasar. Mereka mencari tindakan yang dibutuhkan dalam membawa sebuah rencana pada kenyataan. Tidak semua pekerja itu kreatif, tetapi semua orang kreatif yang sukses adalah pekerja. Tindakan adalah factor pembeda antara mereka yang hanya bermimpi dan mereka yang berhasil.

Sumber: Buku Quantum Success

PERUBAHAN PARADIGMA

Sebuah paradigma adalah seperangkat peraturan dan ketentuan (tertulis maupun tidak) yang melakukan dua hal : (1) ia menciptakan atau menentukan batas-batas; dan (2) ia menjelaskan kepada Anda cara untuk berperilaku di dalam batas-batas tersebut agar menjadi orang berhasil (Joel Arthur Barker).
Barker juga memberikan tujuh ciri penting dari paradigma, yakni : pertama, paradigma adalah hal yang biasa; kedua, paradigma bersifat fungsional; ketiga, pengaruh paradigma membalikkan hubungan yang masuk akal antara melihat (seeing) dan mempercayai (believing); keempat, jawaban yang benar hampir selalu lebih dari satu; kelma, paradigma yang terlalu diandalkan (too strongly held) dapat mengakibatkan kelumpuhan paradigma, suatu penyakit mematikan dari keserbapastian; keenam, kelenturan paradigma merupakan strategi yang paling jitu pada masa yang tak menentu (turbulent times); dan ketujuh, manusia dapat memilih untuk mengubah paradigm mereka.
Adam Smith menyebutkan paradigma sebagai “suatu asumsi bersama”. Dan ia menambahkan bahwa “Apabila kita berada di tengah – tengah suatu paradigma, maka sulit untuk membayangkan paradigma yang lainnya.”
Kenyataan bahwa paradigma dapat digeser, berkembang, dan bertumbuh mengikuti proses pertumbuhan diri (terutama) secara social-psikologikal-spiritual, menunjukkan bahwa paradigma itu bersifat dinamis (reformis), tidak statis (status quo). Manusia dapat memilih (freedon to choose) untuk menggeser paradigma mereka secara sadar berdasarkan intuisi. Intuisi menurut Barker yaitu suatu kemampuan melakukan penilaian dalam membuat sebuah keputusan yang tepat dengan data-data yang tidak lengkap. Apa yang mereka putuskan secara intuitif ini lebih berdasarkan pada faith , bukan evidence. Mereka memilih untuk hidup dan bertindak lebih berdasarkan faith daripada data-data atau bukti-bukti yang bagaimanapun ilmiahnya. Mereka inilah orang-orang yang percaya dahulu (believing) dan kemudian dapat melihat (seeing) apa yang dipercayainya menjadi kenyataan). Untuk mewujudkan apa yang diyakininya tersebut diperlukan keberanian (courage) disertai ketekunan (persistence). Mereka inilah termasuk para PEMIKIR KREATIF.

Sumber : Menjadi Manusia Pembelajar, Andrias Harefa

24 Maret 2011

Tanpa Filsafat, Pendidikan Matematika Menjadi Lemah

Lemahnya pendidikan matematika di Indonesia merupakan akibat tidak diajarkannya filsafat atau latar belakang ilmu matematika. Dampaknya, siswa, bahkan mahasiswa, pandai mengerjakan soal, tetapi tidak bisa memberikan makna dari soal itu. Matematika hanya diartikan sebagai sebuah persoalan hitung-hitungan yang siap untuk diselesaikan atau dicari jawabannya.
Pengguna Ilmu
Karena tidak menyampaikan tentang filsafat matematika, ke depan Indonesia masih tetap sebagai bangsa yang hanya sebagai pengguna ilmu, bukan penemu ilmu. ''Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena memang pola pendidikan kita mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, tidak diposisikan sebagai orang yang disiapkan untuk menjadi penemu ilmu. Siswa dan mahasiswa lebih diposisikan sebagai pengguna ilmu. Fakta ini sangat memprihatinkan dibanding dengan kita dicap hanya sebagai bangsa pengguna teknologi,''
Akibat dari semua itu, sering ditemui siswa atau mahasiswa tidak mampu memberikan penjelasan atau interpretasi terhadap sebuah soal dalam matematika.
Sebuah contoh, betapa para siswa SMA dan mahasiswa akan dengan mudah dan dipastikan benar, manakala diminta untuk mengerjakan soal determinan dari sebuah matrik. Tapi ketika ditanya lebih lanjut apa makna dan pengertian dari determinan yang telah dikerjakannya itu, hampir dapat di-pastikan, tidak ada yang mengerti.
Inilah problem dasar pada pendidikan matematika kita di Indonesia. Siswa atau mahasiswa tidak dibiasakan untuk menginterpretasikan sebuah persoalan. Padahal, kita tahu, matematika itu adalah interpretasi manusia terhadap fenomena alam,
Terhadap kelemahan itu, kita hanya berharap ada PERUBAHAN PARADIGMA dan cara pandang baru tentang bagaimana unsur-unsur filsafat itu bisa diberikan kepada siswa dan mahasiswa.
Tentu ini ditujukan kepada para guru dan dosen agar apa yang diberikan kepada para peserta didiknya harus dilengkapi dengan berbagai penjelasan dan latar belakang terhadap sebuah rumus yang telah diyakininya itu, sebagai sebuah pengetahuan filsafat.

lupa sumbernya darimana ^ ^
Jadi bingung buka Blog...udah lama gak diurus he.. :P